Assalamu'alaikum, nama saya Tiffany Hana Lestari, sekarang saya murid kelas 10 ipa 3 di SMAN 1 Purwakarta. blog ini saya buat dengan tujuan untuk menunjang pelajaran bahasa indonesia. semoga artikel-artikel saya bisa bermanfaat :)
Friday, April 18, 2014
Kasus Pelecehan Seksual
TEMPO.CO, Jakarta - Kasus pelecehan seksual kembali terjadi di Ibu Kota. Kali ini korbannya adalah bocah lima tahun yang bersekolah di taman kanak-anak bertaraf internasional. Bocah itu menjadi korban sodomi sejumlah pegawai sekolahnya sendiri.
Peran orang tua sangatlah penting untuk melindungi anak mereka di lingkungan sosial. Organisasi perlindungan anak dari Dewan Uni Eropa, Underwear Rule, memiliki tips yang bisa diterapkan orang tua. Tips ini lebih mengarah pada pemberian pengertian agar anak bisa menjaga diri di lingkungan sosial:
1. Tubuhmu adalah milikmu.
Anak harus diajarkan bahwa tubuh mereka adalah milik mereka sendiri dan tidak ada yang boleh menyentuhnya tanpa izin. Lakukan komunikasi terbuka dengan anak usia dini tentang seksualitas dan area pribadi. Dengan penggunaan istilah yang tepat, anak akan mudah paham tentang apa yang tidak boleh disentuh oleh orang lain. Anak juga harus diajak berani mengatakan tidak jika ada seseorang yang melakukan kontak fisik yang tidak nyaman. Anak juga harus diajarkan berani melapor kepada orang dewasa jika mengalami hal tersebut.
2. Yang boleh dan tak boleh.
Anak-anak sering tidak tahu bagian tubuh mana yang boleh disentuh dan mana yang tidak. Jelaskan kepada Anak bahwa tidak baik jika orang lain menyentuh area pribadi mereka atau orang lain. Jika anak kurang mengerti akan hal ini, berikan informasi tentang siapa orang dewasa yang bisa mereka percaya dan yang tidak untuk memberi pengarahan atau bantuan.
3. "Memilih" rahasia.
Kerahasiaan adalah taktik utama pelaku kejahatan seksual. Itulah alasan pentingnya memberi penjelasan tentang perbedaan antara rahasia yang baik dan buruk. Setiap rahasia yang membuat mereka cemas, tidak nyaman, takut, atau sedih harus diceritakan ke orang tua, guru, atau dokter.
4. Perlindungan dari orang tua.
Ketika menjadi korban pelecehan, anak-anak akan merasa malu, bersalah, dan takut. Orang dewasa harus mencegah hal itu dan membahas hal tabu mengenai seksualitas. Orang dewasa harus memberi perhatian dan menerima perasaan serta perilaku anak-anak. Di sisi lain, anak juga harus diberikan pengertian untuk menceritakan masalah ini kepada orang dewasa.
5. Pencegahan.
Anak-anak harus diberitahu tentang orang dewasa yang bisa mereka percayai demi keselamatan mereka. Dalam banyak kasus, pelaku pelecehan biasanya adalah orang yang mereka kenal. Namun anak-anak juga harus diberi pengertian untuk tidak bergaul dengan orang asing, setidaknya tanpa arahan orang tua. Selain itu, anak-anak juga harus dikenalkan kepada orang dewasa yang dapat membantu, seperti guru, dokter, polisi, untuk meminta pertolongan ataupun nasihat.
sumber : http://www.tempo.co/read/news/2014/04/16/174571040/Cegah-Pelecehan-Seksual-Ajarkan-Anak-5-Hal-Ini
komentar : setelah berita ini beredar, saya sangat prihatin karena korbannya adalah anak kecil, saya tidak bisa membayangkan betapa tegarnya anak tersebut karena musibah yang menimpanya bukanlah masalah kecil, belum lagi pasti akan ada rasa trauma. saya harap kasus ini cepat selesai, kami doakan yang terbaik. amin.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment